HASIL SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT RSUD KOTA MADIUN TAHUN 2019

Sebagaimana amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Survey Kepuasan Masyarakat adalah pengukuran secara komprehensif kegiatan tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari penyelenggara pelayanan publik. Survey ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, Masyarakat dapat langsung menilai kinerja pemerintah berdasarkan kualitas layanan publik yang diterima, karena kualitas layanan publik menjadi kepentingan banyak orang yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat dari semua kalangan.

PELATIHAN ADMIN PPID PEMBANTU

Dalam meningkatkan kwalitas SDM Admin PPID Pembantu, bersama ini Dinas Kominfo mengadakan Pelatihan TIK untuk staf Admin PPID Pembantu yang dilaksanakan selama 2(dua) hari pada tanggal 31 Juli 2019 dan 1 Agustus 2019 bertempat di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun.

Pelatihan Clinical Instructur (CI)

“Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)  nomor 49 Tahun 2013 tentang Komite Keperawatan, disebutkan bahwa untuk memperoleh kewenangan klinik,seorang perawat harus memenuhi kompetensi yang disyaratkan. Bila hasil asesmen kompetensi ditemukan gap komptensi maka harus dilakukan pendidikan klinis dengan metode perseptorship dan mentorship (pembimbingan dan pendampingan)”.

Demikian disampaikan Aris Sunandar, S.Kep, Ns, M.Kes. saat menjadi narasumber dalam kegiatan In House Training Clinical Instructur (CI) yang diselenggarakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun selama dua hari (23 – 24 Juli 2019).” Untuk mempertahankan dan mengembangkan kompetensi perawat di RS diperlukan kelas kompetensi sebagai wadah untuk pembelajaran klinik”, lanjut Aris.

Pelatihan Clinical Instructur (CI) yang diikuti 40 orang dari berbagai unsur (VK, Radiologi …) tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Resti Lestantini, M.Kes. Dalam sambutannya, dokter Resti menekankan perlunya para peserta untuk benar-benar memahami kompetensinya, sehingga Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki pengetahuan & ketrampilan sebagai perseptor dan mentor dalam menjalankan sistem pendidikan klinik perawat di Rumah Sakit.